Postingan

Pernah Ada Masa-Masa

Gambar
pernah ada masa-masa dalam cinta kita kita lekat bagai api dan kayu bersama menyala, saling menghangatkan rasanya hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini kita terlalu akrab bagai awan dan hujan merasa menghias langit, menyuburkan bumu, dan melukis pelangi namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman bahkan saling nasehat pun tak lain bagai dua lilin saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api  kini saatnya kembali pada iman yang menerangi hati pada amal shalih yang menjulang bercabang-cabang pada akhlak yang manis, lembut dan wangi hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya.  Dinukil dari tulisan gurunda Salim A. Fillah Dalam Dekapan Ukhuwah

The little project

Bismillah.. Memasuki tahun 2019 kali ini ada begitu banyak hal-hal yang perlahan mulai terlihat baru. Ada begitu banyak resolusi-resolusi dan gerakan-gerakan yang menuju sebuah kebaikan. Bahkan tak sedikit juga yang mengkuti sebuah gerakan kecil namun syarat akan kontinuitasnya. Sebut saja seperti gerakan 30 Hari bercerita. Sebuah gerakan yang mengajak untuk menceritakan keseruan selama 30 hari dalam bentuk tulisan yang nantinya harus di publish di paltform instagram. Aku mungkin tidak menjadi bagian dari mereka, setidaknya untuk saat ini. Tapi ada terbesit di dalam hati untuk mengikuti jejak-jejak mereka yang sudah komitmen untuk bercerita selama 30 hari itu. Apalagi di saat membuka instagram,  maka sontak saja akan begitu ramai postingan yang kuyakini  hasil dari gerakan 30HBC ini. Ah ada sedikit penyesalan tentang mengapa aku tidak ikut bergabung di dalamnya juga. Bicara mengenai penyesalan, mungkin tidak akan ada usainya. Sebab penyesalan selalu datang di akh...

Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuuhh.. bagi yang berdarah jawa pasti tidak asing dengan dua kata tadi yang bermakna selamat datang. Kali ini aku sedang tidak ingin membahas makna dua kata tadi secara mendalam. Cukup tahu maknanya saja. Dan mungkin pas dengan kondisi sekarang yang memang sedang memasuki tahun baru.  Mengakhiri tahun 2018 ada banyak sekali postingan-postingan yang berseliweran di media sosial tentang pencapaian-pencapaian atau juga kenangan-kenangan yang telah dilalui selama 1 tahun terkahir. Dan jenisnya beragam. Tergantung kepada siapa yang merasakan. Ada yang berupa kebahagiaan, dan ada juga kesedihan. Wajar kan, sebab dunia ini tidak melulu soal senang. Sesekali juga harus merasakan pedihnya kesedihan.  Namun, diantara euforia itu semua, tidak sedikit pula yang mulai menuliskan resolusi-resolusi yang kelak harus dicapai di tahun yang baru. Pencapaian apa lagi yang harus segera dituntaskan. Seperti, segera menyelesaikan perkuliahan, mencari pekerjaan, melanjutkan belajar...

Stasiun & Sebuah Kontemplasi

Sebuah kontemplasi yang kutemukan ketika berada dalam perjalanan menjemput adik kosku di stasiun lempuyangan.  Penjemputan kali ini aku sangat terlambat. Biasanya aku berusaha untuk datang lebih cepat sebelum keretanya tiba di jogja. Nah kali ini, qadarulloh sebelum aku berangkat ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Agak sedikit ragu, karena nomor yang masuk bukanlah nomor pribadi melainkan nomor kantor.   Karena itu segeraku angkat. Dan rupanya panggilan ini berasal dari jasa layanan internet yang aku gunakan sejak beberapa bulan yang lalu. Sepanjang percakapan dapat aku tangkap bahwa maksud dari panggilan ini adalah menawarkan paket layanan terbaru.  Ah, bukan aku tidak mau mendengar, tapi waktuku keburu habis. Kasihan adik kosku harus menunggu lama di stasiun. Dan tanpa mengurangi rasa hormatku terhadap mbak-mbak sales di seberang sana, aku pun bermaksud mengakhiri teleponnya. Dan disamping itu kupastikan juga kalau kemungkinan aku tidak ...

#JurnalMira: Belajar!!!

Di antara hal yang menyenangkan dalam agenda pekanan adlh di saat setiap anggota liqoat mengabarkan info" terbaru selama sepekan perihal aktivitasnya atau kita biasa nyebutnya Qodoya rowa'i. Eh, benerkah begitu tulisannya? Seperti pekan kemaren, ada yg mengabarkan akan ke Jepang utk program kerja sama sekaligus bertemu sensei yg bisa membantu utk proses S3 nya kelak, sehingga pekan ini beliau tidak bisa hadir. Nah tadi sore, ada yg berkabar akan mengikuti conference di Thailand, dan hari Kamis besok jadwal keberangkatannya. Padahal beliau baru saja pemulihan pasca kecelakaan. Sehat" terus ya mbak ✨ Dan selanjutnya ada pula yg lolos Program short course  ke UK di bidang kesehatan. Yg mana program short course ini diselenggarakan oleh DIKTI. Inpoh sedikit yah, yg lolos program ini adalah seorang emak" dari 3 org anak. Dosen di FK + seorang wadek. Btw dgn segala kesibukannya, beliau ttp bisa ikut program beginian. Dan dari sekian pengirim proposal, beliau terpilih!...

Introvert, bukan hal buruk

Gambar
Bismillahirohmanirrohim.. Sejak memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Jogja, aku mulai memikirkan banyak hal, menurutku. Diantaranya tentang diriku sendiri. Selama perjalanan, entah itu berawal dari rumah tempat kelahiranku, sampai di Pekanbaru, lalu di dalam pesawat menuju Jogja, aku tak berhenti untuk terus memikirkan diriku sendiri. bahkan saat sudah menjejakkan kaki di Jogja. Aku terus berpikir, apakah keputusan yang aku ambil ini sudah benar. Apakah aku sudah siap untuk melawati hari-hari ku di tanah rantau? Jauh dari orang tua dan keluarga. Apa aku sanggup memulai sebuah pertemanan dengan orang-orang baru? Apakah aku mampu? Sepanjang waktu aku selalu dibayangi oleh hal-hal yang seperti itu. Mungkin sebagian orang berpikir aku terlalu berlebihan. Tidak, menurutku tidak. Aku begitu memikirkannya. Di saat aku merasa dan meyakinkan diri bahwa aku bisa melewati semua ini dengan sendiri, aku selalu dibenturkan dengan hal-hal yang membuatku harus berpikir kembali, bahwa...

Mari Bertumbuh

Gambar
Bismillahirrohmanrrohim.. Kemarin adalah akumulasi dari sekian hari yang kutunggu. Yaitu bertemu dengan seorang penulis yang sudah sejak lama kubaca tulisannya. Bahkan sebelum tulisan itu menjelma menjadi sebuah buku. Aku mengenal tulisan beliau sejak pertengahan tahun 2014 yang lalu dari seorang teman (Teh Nurul). Teteh menyarankanku untuk mencoba mampir di akun tumblrnya. Karena banyak tulisan-tulisan bagus di sana. Nah mulai dari situ aku pun mengikuti tulisan beliau. Ohya, namanya adalah Kurniawan Gunadi atau biasa disapa dengan Masgun. Masgun dalam hematku adalah orang yang sangat sederhana. Terlihat dari tulisan-tulisannya yang selalu mengangkat hal-hal yang sederhana, tapi luput untuk dihikmahi. Seperti mulai dari bangun pagi, lalu bagaimana mengawali hari, menjalani hari-hari sampai nanti menutup mata kembali ketika di malam hari. Hal-hal yang sebenarnya sudah sering dijalani dan dijumpai, tapi disebabkan aktivitas kita yang terlampau menggunung tinggi, membuat kit...