Duhai jiwaku; ulat yang rakus pada dedaun dunia; berkepomponglah pada Ramadhan; hingga taqwa jadikanmu kekupu jelita, di antara wangi bunga.
— Salim A. Fillah (@salimafillah) 15 Juni 2015
Laki-laki Tua
Sore ini mendung sedang membumbung. Angin yang begitu kuat terus menerus mengusik pepohonan yang rimbun. Menggoda daunnya agar luruh dengan segera. Menerbangkan ke segala arah setelahnya. Tersebabnya membuat serakan di tengah jalanan. Membuat repot orang-orang yang melewatinya dengan berjalan. Suasana yang magis ini, mau tidak mau membuatku memikirkan laki-laki tua yang tanpa sengaja kujumpa beberapa hari lalu. Laki-laki yang selalu setia menunggu hujan tiba. Menunggunya dengan duduk sendirian di tepi jalanan. Memaku matanya pada langit yang menggelap. Seakan ingin bertanya, apa hujan benar-benar akan datang? Bila iya, dia akan berlama-lama berada di bawahnya. Tidak mengapa jika pakaiannya menjadi basah. Bukan masalah bila dinginnya hujan menusuk tubuh ringkihnya yang tua dengan sangat tajam. Katanya, dia ingin meluruhkan setiap kesedihan ketika hujan tiba. Menumpahkan setiap deburan rasa karena ditinggalkan secara tiba-tiba. Lantas berharap dapat membenamkannya da...
Komentar
Posting Komentar