Ungkapan Langit
Ketika pagi, matahari bersinar cerah. Melebarkan cahayanya di setiap sudut kota. Menyela manja di setiap rindangnya daun pohon akasia. Membentuk sebaris cahaya yang menyilaukan mata. Kata orang-orang, langit sedang berbahagia. Beranjak siang, cuaca pun berganti cara. Terik yang menyengat menjadi kabut yang menggelap. Melingkupi sudut kota dengan angin yang mendesau hebat. Menggugurkan daun dari pohon akasia yang mulai tua. Dan kata orang-orang, langit mulai gelisah. Sore menyapa, matahari sudah tiada. Tergantikan dengan titisan bening dari angkasa. Jatuh perlahan menimpa daun akasia. Tidak. Tidak hanya akasia, tapi semua benda yang ada di sudut kota. Yang karenanya menimbulkan suara aneka makna. Dan kata orang-orang, langit sedang berduka. Lalu, malam pun tiba. Siap menyangga setiap rasa yang datang sejak pagi buta. Tidak ada lagi daun akasia juga kota tua yang menjadi cerita. Tumpukan rasa sejak pagi hari, bersatu di saat malam yang penuh dengan lelah tak ...